Bagaimana Berziarah: Persiapan dan Sikap Batin

#Ziarah, #Devosi, #FYI, #Refleksi, #BerimanBukanRecehan,
18 July 2019
Bagaimana Berziarah: Persiapan dan Sikap Batin

Bagaimana sih ziarah yang baik itu? Kadang mungkin kita bingung, katanya berziarah tapi malah rasa-rasanya seperti piknik. Inginnya khusyuk, malah jadinya cuma senang-senang. Pernah merasa sebal seperti nggak? Trus, bagaimana sih kita sebaiknya berziarah? Yuk kita ulas sedikit.

Persiapan

Sama seperti ketika kita ingin jalan-jalan keluar kota, ziarah pun juga harus dipersiapkan dengan baik.

Pertama-tama, cari dan pilihlah tempat ziarah yang sesuai dengan bentuk devosi atau laku tobat kita. Kita bisa memilih untuk memakai jasa travel, berziarah bersama keluarga, ataupun berziarah sendiri. Jangan lupa, sesuaikan juga dengan isi dompet kita ya.

Karena ziarah adalah bentuk devosi yang notabene menyangkut sikap batin, kita juga perlu mempersiapkan batin kita. Ada baiknya, kita melakukan pemeriksaan batin dan bahkan meminta sakramen tobat agar hati kita lebih siap dalam melakukan ziarah kita. Siapkan juga doa-doa devosi atau laku tobat apa yang akan kita doakan atau lakukan selama berziarah.

Selama Berziarah

Karena ziarah pada dasarnya adalah sebuah devosi, maka kita perlu menjaga keheningan batin kita selama berziarah.

Berbicaralah secukupnya dan sebisa mungkin menghindari candaan yang tidak perlu. Kalau memungkinkan, matikan hp kita selama ziarah agar kita tidak terganggu dengan berbagai pemberitahuan yang masuk ke hp kita.

Kalau mau foto-foto? Boleh-boleh saja, foto-fotolah secukupnya asal jangan sampai merusak kekhusukan kita dalam ziarah kita. Kalau bisa, upload fotonya ke instagram setelah ziarah selesai saja ya, agar kita tidak malah sibuk sendiri upload foto dan menanggapi komentar yang masuk.

Selama berziarah, gunakanlah waktu kita sebaik mungkin untuk berdoa, berdevosi, atapun melakukan laku tobat. Ungkapkan juga permasalahan dan perasaan yang ada di dalam hati kita kepada Tuhan bila ada beban yang kita simpan selama ini. Ungkapkan juga permohonan dan rasa syukur atas apa yang telah kita dapatkan selama ini. Cobalah temukan dan nikmati kedekatan kita dengan Tuhan. Ada baiknya, kita juga ikuti Ekaristi di tempat ziarah bila memungkinkan.

Oleh-Oleh: Iman yang Segar

Dengan beginilah, ziarah kita akan terasa lebih greget dan tidak hanya jadi acara jalan-jalan biasa. Dan tentunya oleh-oleh yang kita bawa pulang juga bukan oleh-oleh biasa tapi iman yang segar, yang lebih greget.

Dan tentu, iman yang greget itu juga harus diungkapkan dalam hidup harian kita. Misalnya, lebih ikhlas memberi sedekah kepada orang yang berkekurangan, lebih mudah memaafkan orang lain, peka membantu sesama, lebih hormat kepada orang tua, dan lebih bersemangat mengikuti Misa dan kegiatan-kegiatan di lingkungan.

Jadi, mari kita mulai melakukan perubahan dari diri kita sendiri. Ubah cara kita berziarah agar menjadi upaya yang nyata untuk mengembangkan iman. Setelah itu, jadilah saksi dan bagikan bagaimana kita menemukan Tuhan dalam ziarah kita melalui upaya-upaya sederhana yang kita lakukan untuk semakin menghayati ziarah kita seperti langkah-langkah di atas tadi.

Selamat berziarah.

Tuhan memberkati.


Bacaan Lanjutan:

http://fraterxaverian.org/blog/2017/11/18/devosi-pengembang-spiritualitas-umat-beriman/

http://stmikaelpa.blogspot.com/2010/06/ziarah-sebagai-suatu-bentuk-devosional.html

https://www.carmelia.net/index.php/artikel/spiritualitas/175-ziarah-sebagai-ungkapan-iman

http://yesaya.indocell.net/id388.htm